Jalan-jalan ke Semarang

Saat itu aku baru sampai rumah. Baru mau naruh tas di kamar, nenek ku bilang, katanya besok pagi ayah, ibu, adek ku, semua mau jalan-jalan ke semarang sama teman2nya ibu ku. Wah, sangat tidak terduga. Kebetulan besok senin juga hari libur imlek, jadi nggak usah khawatir telat datang ke asramanya. Tentu saja aku meng-iyakan ajakan tersebut. Karena aku belum pernah ke semarang, jadi, aku sangat penasaran dan ingin cepat2 pergi ke sana.

Besoknya, aku berangkat pukul 07.00. aku sekeluarga mampir dulu ke puskesmasnya ibu ku. Pas sampai sana, ternyata bisnya belum datang. Akhirnya kami pulang lagi sekalian ngambil susunya adek ku yang ketinggalan (adekku ada 2. Yang satu kelas 5, yang satunya lagi masih 3 tahun). Selesai kami dari rumah, kami pergi lagi ke puskesmas. Dan, bisnya sudah datang. Kami segera mengambil posisi mobil di belakang bis. Sebenarnya, kami juga mau perginya pakai bis. Udah beli tiket tempat duduknya juga. Tapi, karena adek ku yang umur 3 tahun sakit, kami naik mobil saja, biar ngurusnya gampang.

Kami pergi duluan sebelum bisnya pergi. Padahal, kami udah pada nunggu di mobil. Nggak tau kenapa, bisnya nggak jalan2. Mungkin karena ada penumpang yang belum naik. Sebelum berangkat, kami berdo’a terlebih dahulu. Setelah berdo’a, aku segera menyetel GPS nya agar menunjukkan jalan ke semarang (mobil ku ada GPSnya, lumayan, mobil baru. Xenia Family. Hehe).

Selama di perjalanan, aku lebih banyak diam dan memperhatikan pemandangan sekeliling. Dalam hati aku berkata, “akhirnya, aku pergi ke semarang untuk pertama kalinya. Kira2 seperti ada ya?”

Setelah sampai di semarang, aku segera menyetel GPSnya agar menunjukkan jalan ke arah Masjid Agung. Ya, Masjid Agung. Aku juga baru pertama kali ke masjid ini. Aku kira masjidnya nggak terlalu besar, dan, ketika sampai disana, kepala ku selama beberapa saat mendongak terus ngelihat kubah masjidnya. Wah, Subhanallah. Ternyata,  BESAR SEKALI! Aku kira besarnya kayak masjid UGM yang ada di Yogyakarta. Ternyata ini lebih besar, dan tentunya lebih indah.

Sampai di masjid agung, aku dan ayah ku makan siang, sedangkan ibuku dan dua adekku perggi ke kamar mandi.

Setelah makan, adzan dhuhur berkumandang. Aku dan keluarga ku segera ke dalam masjid. Awalnya, kami bingung, masuknya lewat mana (maklum, saking besarnya). Akhirnya kami berhasil masuk masjid setelah ayahku tanya sama petugas disana.

Setelah sholat, aku siapkan hp ku buat foto masjid ini. Ini merupakan sebuah kesempatan emas, jadi sayang jika tidak diabadikan. Aku keluar masjid, sedangkan ayah ku masih sedang sholat (sholatnya lama sekali. Dan akhirnya aku tahu ayahku ternyata sedang men-jama’ shalat ashar. Aku lupa).

Seperti orang yang lagi mabuk, aku tak henti2nya mengarahkan kamera hp ku ke setiap sudut masjid (ingat, ini kiasan, bukan sungguhan). Akhirnya aku berhenti mem-foto masjid karena kaki ku kepanasan (halaman masjid tegel, bukan tanah, jadinya panas).

 

Bersambung….

(sory, udah buru2 ke asrama, lanjutannya minggu depan ya :) )

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.