SATU
Swiss, 1970
Pemuda laki-laki menuju sebuah stasiun. Ia menaiki mobil Mercy 2020. Mobil itu dilengkapi Audi Stereo, Tape Recorder, dan AC.
Sesampainya di stasiun, Ia melihat ke sekeliling stasiun. Dalam hati Ia berkata, “Di mana dia?”. Tiba-tiba, Ia tersentak kaget.
“hey, jangan mengagetkanku seperti itu!”
“Hha.., jangan marah, Stev”
“Bagaimana tidak marah, Von! Ayo, kita ke kereta!”
Vonras adalah teman akrab Steven. Ia lebih sering dipanggil Von. Pemuda itu tinggal di suatu daerah di New York. Ia telah mempunyai dua anak. Vonras diundang oleh Steven untuk menemaninya merantau ke Swiss. Kini saatnya mereka kembali ke Amerika.
“Stev! Kita di gerbong berapa?” Vonras bertanya.
“Sudahlah! Ikuti aku saja!”
Mereka menuju sebuah gerbong kereta api. Di kanan tas terdapat huruf bertuliskan ‘Ekonomy 1′.
“Stev! Apa kau sudah gila? Masa’ kita akan menaiki gerbong ini?!” Vonras tercengang.
“Tidak, aku tidak gila”
“Lalu, mengapa kau memilih gerbong ekonomy? Di dalam tidak ada AC!”
“Karena uangku tidak cukup. Biarpun tidak ada AC, yang penting kita bisa berangkat”
Akhirnya, mereka berdua menaiki gerbong itu. Walaupun banyak ungkapan protes dari Von. Di dalam gerbong itu sangat hiruk pikuk. Terlebih lagi, saat ada seorang anak menangis dengan kerasnya. Membuat suasana semakin panas.
Akhirnya mereka menemukan bangku yang telah mereka pesan. Kursi itu sangat keras. Banyak debu bertebaran. Membuat suasana semakin panas.
Setelah mereka menaruh barang bawaan dan membersihkan kursi mereka, mereka duduk. Melepaskan lelah karena hiruk pikuk di dalam sana.
Akhirnya kereta pun berangkat.





Belum ada trackback.