Pergaulan
“Pergaulan” berasal dari kata dasar “gaul”. Dalam bergaul, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Ada dua macam hal yang kita perlu ketahui tersebut, yaitu:
- Gaul secara non-materi, dan
- Gaul secara materi
- 1. Gaul secara non-materi
Gaul secara non-materi merupakan pergaulan yang ketika kita sedang mengadakan suatu interaksi dengan orang lain. Misalnya, ketika ada dua orang yang sedang mengobrol. Itu bisa disebut sebagai pergaulan. SALAH!!! Lho, mengapa salah? Apa yang salah? Begini, Jika misalnya, si A sedang berbicara kepada si B. Si A dan si B ini kemana-mana selalu bersama. Sedangkan jika si A dengan si C, mereka hanya mengobrol biasa, tidak sampai terlalu akrab.
Nah, dari kejadian diatas, dapat disimpulkan bahwa si A dengan si B ini disebut pergaulan, sedangkan si A dengan si C disebut berteman. Dalam berteman, kita boleh berteman dengan siapa saja. Namun, jika kita ingin bergaul, kita harus pilih-pilih dahulu. Pilihlah yang menurutmu baik dan terbaik.
Firman Allah SWT dalam surah An-Nisa ayat 69, yang artinya:
“… Para Nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang syahid, dan orang-orang shaleh. Mereka itulah teman sebaik-baiknya”
Bahkan, Allah saja sudah menentukan mana saja teman yang baik. Sungguh, Allah SWT sangat sayang kepada hamba-hambanya yang taat.
- 2. Gaul secara materi
Gaul secara materi adalah pergaulan yang dilakukan dengan mengenakan atau mempunyai benda-benda tertentu. Di zaman sekarang ini, gaul secara materi sudah sangat merajalela. Malahan, sudah sangat parah. Lihat saja para artis dan orang-orang yang tidak tahu adab dan sopan santun dalam berpakaian. Bagi perempuan,contohnya seperti memakai pakaian yang ketat, yang memperlihatkan bentuk tubuhnya. Bahkan Nabi Muhammad SAW bersabda, bahwa perempuan yang memakai pakaian yang ketat, yang mempertontonkan lekuk tubuhnya, bagaikan orang yang telanjang. Na’udzubillahi min Dzalik.
Kesimpulan: Jika kita berteman, kita boleh berteman dengan siapa saja, tetapi jika kita ingin bergaul, pilihlah orang yang baik dan terbaik agar kita tidak terjerumus kedalam kesesatan.
©2011, Fikri Aulia Akbar





Belum ada trackback.